Menu Close

Saat Menopause, Vitamin Ini Baik Untuk Jaga Kesehatan Anda

menopause

Memasuki masa menopause, ada banyak perubahan di tubuh perempuan. Salah satu usaha demi membuat proses adaptasi lebih mulus, perlu suplemen untuk wanita menopause. Utamanya, berupa vitamin-vitamin jenis tertentu.

Namun tentu ketika mengonsumsi vitamin untuk wanita menopause, perhatikan risiko dan efek sampingnya. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apabila sedang menjalani pengobatan lain sehingga bisa tahu risiko interaksi.

Selain dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi, suplemen untuk wanita menopause di antaranya.

  1. Vitamin A

Konsumsi vitamin A tetap harus hati-hati karena apabila berlebihan, bisa mengakibatkan keracunan. Sebenarnya, vitamin A adalah nama untuk kelompok senyawa retinoid. Secara alami, sumbernya diperoleh dari protein hewani serta buah dan sayur kaya betakaroten. Selain harus berhati-hati, ada kontroversi pula terkait konsumsi vitamin A selama menopause. Mengacu pada studi pada Januari 2002, mengonsumsi vitamin A terlalu banyak meningkatkan risiko patah tulang pinggang pada perempuan menopause. Setidaknya, vitamin A dari sayur dan buah kaya betakaroten tidak meningkatkan risiko patah tulang. Lebih bijak lagi untuk tidak mengonsumsi suplemen vitamin A lebih dari rekomendasi harian yaitu 5.000 IU.

  1. Vitamin B12

Jenis suplemen terbaik untuk wanita menopause berikutnya adalah vitamin B12, vitamin larut air yang banyak ditemukan di makanan. Vitamin ini penting untuk kesehatan tulang, produksi DNA, fungsi saraf, dan produksi sel darah merah. Ketika seseorang bertambah usia, kemampuan tubuh menyerap vitamin B12 menurun. Artinya, risiko mengalami defisiensi pun meningkat. Gejala defisiensi seperti tubuh lesu, konstipasi, kebas di tangan dan kaki, demensia, depresi, serta hilang nafsu makan. Ketika sudah parah, maka bisa terjadi anemia. Rekomendasi asupan harian vitamin B12 adalah 2,4 mikrogram untuk perempuan berusia di atas 14 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan di saat menopause, Anda boleh mengonsumsi suplemen dan mengonsumsi makanan kaya vitamin B12.

  1. Vitamin B6

Vitamin untuk wanita menopause yang juga penting adalah vitamin B6. Jenis vitamin ini berperan dalam memproduksi serotonin, senyawa kimia untuk menyalurkan sinyal otak. Ini krusial mengingat menopause membuat kadar serotonin turun. Bahkan serotonin yang fluktuatif menjadi pemicu perubahan suasana hati dan depresi pada wanita menopause. Rekomendasi harian konsumsi vitamin B6 adalah 100 miligram untuk perempuan berusia 19 tahun ke atas. Mengonsumsi suplemen untuk wanita menopause berupa vitamin B6 dapat mencegah munculnya keluhan akibat defisiensi vitamin, termasuk tak berenergi hingga depresi.

  1. Vitamin D

Idealnya setelah terpapar sinar matahari, tubuh akan memproduksi vitamin D. Namun mirisnya, orang-orang yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia justru rentan kekurangan vitamin D. Begitu pula dengan wanita menopause yang sehari-hari tetap berada di rumah. Oleh sebab itu, rekomendasinya adalah mengonsumsi 15 mikrogram vitamin D untuk perempuan berusia 19-50 tahun. Sementara bagi yang berusia di atas 50 tahun, rekomendasinya meningkat hingga 20 mikrogram. Selain mengonsumsi suplemen untuk wanita menopause berupa vitamin D, sumber alami bisa diperoleh dari ikan berlemak, minyak ikan, hati sapi, keju, dan kuning telur.

  1. Vitamin E

Jenis antioksidan yang dapat melawan zat radikal bebas adalah vitamin E. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam mengurangi peradangan dalam tubuh. Jangan remehkan kondisi ini sebab stres pada wanita menopause bisa memicu depresi, penyakit jantung, hingga kenaikan berat badan. Mencukupi kebutuhan vitamin E bisa meredakan stres, mengurangi stres oksidatif, serta menekan risiko terjadinya depresi. Oleh sebab itu, sangat disarankan mengonsumsi vitamin untuk wanita menopause. Selain itu, sumber makanan yang kaya akan vitamin E bisa berupa almond, hazelnut, alpukat, brokoli, hewan laut bercangkang, bayam, dan biji bunga matahari.

Jadi jika Anda mengalami menopause, selain mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi juga diperlukan suplemen agar tubuh tetap sehat. Anda juga melakukan konsultasi dengan dokter untuk menghadapi fase pascamenopause. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *