Menu Close

Ketahui Perbedaan Kandungan Pembalut Herbal dan Pembalut Biasa

Ketahui Perbedaan Kandungan Pembalut Herbal dan Pembalut Biasa

Setiap wanita mengalami siklus menstruasi setiap bulannya. Siklus ini merupakan proses luruhnya dinding rahim (endometrium) bersama dengan darah dan keluar melalui vagina. Hal ini normal terjadi dan menandakan bahwa sistem reproduksi Anda bekerja dan berfungsi.

Saat menstruasi, umumnya wanita akan kehilangan sekitar 35 ml darah setiap harinya. Namun, Sebagian wanita bahkan kehilangan hingga 80 ml darah. Oleh karena itu, wanita membutuhkan pembalut untuk menampung darah menstruasi. 

Pembalut sekali pakai terdiri dari dua jenis yaitu pembalut biasa (sanitary pads) dan pembalut herbal. Kedua pembalut tersebut memiliki fungsi yang sama, namun terbuat dari bahan yang berbeda.

Bahan Pembalut Biasa 

Pada umumnya, pembalut terbuat dari bahan serat sintesis atau selulosa (polimer) yang dapat menyerap cairan. Serat itu kemudian mengalami proses pemutihan (bleaching) menggunakan bahan kimia. Bahkan beberapa produsen memasukan zat pewangi ke dalam pembalut. Sayangnya, zat-zat tersebut merupakan volatile organic compounds (VOC) yang dapat menguap dan terserap ke dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko penyakit serius. 

Hal itu yang membuat wanita beralih menggunakan pembalut herbal karena dipercaya lebih aman. Selain itu, kandungan bahan herbal di dalamnya mampu mengurangi bau darah dan baik untuk kulit sensitif.

Bahan Pembalut Herbal

Sama seperti pembalut biasa, pembalut herbal juga terdiri dari tiga lapis, yaitu lapisan luar, lapisan penyerap, dan lapisan perekat. Lapisan terluar dan lapisan penyerap pembalut herbal terbuat dari perpaduan kapas dan bahan organik. 

  1. Lapisan Luar

Lapisan luar pada pembalut herbal terbuat dari tanaman organik seperti jagung, serat bambu, bubur kayu. Bahan-bahan alami tersebut bebas dari lateks, pewarna, dan pewangi yang dapat membahayakan reproduksi. Lapisannya pun halus sehingga tidak mengiritasi kulit.

  1. Lapisan dalam

Lapisan dalam pembalut herbal merupakan kombinasi dari berbagai bahan seperti tissue, kapas, dan daun-daunan herbal. Beberapa bahan alami yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembalut adalah:

  • Daun sirih sebagai antiseptik yang mampu menekan pertumbuhan bakteri pada pembalut dan meredakan rasa nyeri
  • Mugwort yang terbukti baik untuk melancarkan siklus menstruasi dan mengurangi nyeri PMS
  • Daun peppermint memberikan sensasi dingin dan mengurangi gumpalan darah, sehingga nyeri menstruasi berkurang dan kulit terasa segar
  • Angelica gigas yang terbukti mampu mengobati anemia, kelelahan, dan kram perut
  • Cyperus rotundus (rumput teki) yang mampu mengobati dan mencegah penyakit kulit seperti eksim, kutu, dan jamur. Mampu mengurangi rasa gatal yang disebabkan ruam.
  1. Lapisan bawah

Sama seperti jenis pembalut lainnya, lapisan bawah pembalut berbahan alami terbuat dari plastik dan lem perekat seperti adhesive. Lem ini cukup kuat sehingga mampu menahan pembalut agar tidak bergeser Ketika dipakai beraktivitas.

Keamanan Pembalut Herbal

Tidak semua pembalut berbahan alami aman untuk digunakan. Sejumlah pembalut herbal memasukkan bahkan wewangian di dalam produknya untuk mengurangi bau pada vagina. Padahal, bau vagina ada hal yang normal dan tidak perlu dibersihkan menggunakan bahan-bahan kimia atau antiseptik lainnya. 

Hal itu karena vagina memiliki miliaran bakteri baik yaitu Lactobacillus. Bakteri ini berfungsi untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat dan menjaga pH vagina. Menggunakan produk tertentu yang mengandung wewangian, pemutih, maupun sabun kewanitaan justru dapat membunuh bakteri baik di vagina Anda.

Selain itu, selangkangan juga mengandung kumpulan kelenjar keringat yang membuat area kewanitaan terkadang lembap. Ditambah saat Anda menstruasi, cairan darah memenuhi pembalut sehingga meningkatkan kelembapan di area kewanitaan, sehingga wajar jika muncul bau khas saat Anda mengalami menstruasi.

Kapan Pembalut Herbal Diganti?

Sama seperti pembalut umumnya, Anda perlu mengganti pembalut herbal setiap 4-6 jam. Jika darah Anda mengalir deras dengan volume yang banyak, Anda dapat mengganti setiap 3-4 jam sehari. Tujuan mengganti pembalut adalah untuk menjaga kebersihan organ reproduksi dan menghindari kulit iritasi akibat terlalu lembap.

Jadi manakah yang lebih baik, pembalut herbal atau pembalut biasa? Semua kembali pada pilihan Anda. Hal yang perlu diingat adalah untuk menggunakan pembalut yang bebas deodorant dan pewangi agar tidak mengiritasi kulit Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *