Menu Close

Naprex Drop, Obat Tetes Demam yang Aman untuk Bayi

naprex obat demam

Demam pada si kecil dapat terjadi kapan saja. Ketika mengalami demam, mereka cenderung rewel dan tak seriang biasanya, membuat ibu dan ayah menjadi cemas. Untuk mengatasi hal tersebut, ibu dan ayah bisa memberikan si kecil obat Naprex Drop.

Naprex Drop mengandung parasetamol yang bekerja sebagai analgetik dan antipiretik. Ibu dan ayah bisa membeli Naprex Drop di apotek tanpa resep dokter. Meskipun obat ini dijual beli secara bebas, penggunaannya harus sesuai petunjuk yang terdapat pada kemasan atau sesuai anjuran dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya.

Kagunaan Naprex Drop

Naprex Drop berkhasiat untuk menurunkan demam dan meringankan nyeri yang dipicu oleh berbagai kondisi, seperti infeksi ringan dan sakit gigi. Paracetamol yang terkandung di dalamnya bekerja sebagai analgetik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Naprex Drop juga dapat membantu meredakan sakit kepala dan nyeri sedang.

Dosis dan aturan pakai

Naprex Drop aman diberikan pada anak mulai usia di bawah 1 tahun hingga 2 tahun dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 1 tahun ke bawah: Berikan si kecil Naprex Drop sebanyak 0,6 mL setiap 4 jam sekali. Jangan berikan lebih dari 5 kali sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: Dosis 0,6-1,2 mL setiap 4 jam sekali, tidak diberikan lebih dari 5 kali sehari. 

Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Apa perbedaan Naprex Drop dan Naprex Sirup

Obat Naprex sirup terdiri dari dua bentuk sediaan, yaitu Naprex Drop (tetes) dan Naprex Sirup Suspensi. Keduanya merupakan obat cair dan dikemas dalam botol. Namun, terdapat perbedaan besar dari segi kandungan dan cara penggunaan. 

Obat oral tetes (drop) biasanya dikhususkan untuk anak-anak di bawah usia 1 tahun, sementara untuk anak-anak yang berusia lebih tua (usia 5 tahun ke atas) lebih disarankan untuk menerima obat sirup suspensi. 

Selain itu, keduanya memiliki konsentrasi dosis yang berbeda. Kandungan bahan aktif pada obat tetes oral lebih terkonsentrasi (lebih banyak) daripada sirup. Misalnya, tiap 0,6 mL Naprex Drop mengandung paracetamol 60 mg, yang berarti 1 mL setara dengan 100 mg. Sementara tiap 5 mL obat Naprex Sirup Suspensi mengandung paracetamol 250 mg, dimana 1 mL mengandung 50 mg paracetamol. Maka bisa dikatakan Naprex Drop mengandung paracetamol 2x lebih banyak dibandingkan Naprex Suspensi.

Karena Naprex Drop mengandung lebih banyak bahan aktif, hanya sedikit dosis saja sudah bisa memperlihatkan hasilnya. Karena hal itu pula Naprex Drop harus digunakan secara bijak, jangan sampai melewati dosis yang disarankan.

Apabila ibu dan ayah lupa memberikan Naprex pada si kecil, jangan berikan mereka dosis ganda untuk menggantikan dosis yang terlewat. Hal ini dapat meningkatkan risiko kerusakan hati atau bahkan kematian.

Efek samping yang harus diwaspadai

Naprex Drop yang dikonsumsi sesuai dosis biasanya tidak akan menghasilkan efek samping. Namun jika anak Anda hipersensitif terhadap paracetamol, maka dapat mengalami reaksi alergi seperti ruam kulit, pembengkakan, dan sesak napas. Gangguan pencernaan juga bisa terjadi pada anak tertentu. 

Naprex Drop merupakan obat yang hanya bisa digunakan untuk jangka panjang. Penggunaan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati. 

Catatan

Naprex Drop merupakan obat demam dan nyeri yang aman diberikan kepada anak bayi hingga berusia 2 tahun. Meskipun begitu, pemberian parasetamol bagi anak berusia lebih muda harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Oleh karenanya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan si kecil obat penurun panas yang mengandung parasetamol. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *