Menu Close

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara yang Tepat?

Secara umum, anak berusia 2 tahun sudah mampu mengucapkan sekitar 50 kata dan merangkai 2-3 kalimat, kemudian naik menjadi 1.000 kata di usia 3 tahun dan mengucapkan 3-4 kalimat. Namun jika anak Anda belum mengalami hal tersebut, bisa jadi mengalami anak terlambat bicara atau speech delay.

Anak yang mengalami speech delay bisa disebabkan oleh banyak hal, beberapa di antaranya bisa diatasi. Mengatasinya dengan segera dan lebih cepat akan membantu menangani masalah tersebut dengan lebih baik dan efektif.

Salah satu cara mencegah speech delay adalah sering berbicara dengan anak

Cara mengatasi anak terlambat bicara

Mengatasi anak terlambat bicara tergantung dari penyebabnya. Ada yang bisa tidak memerlukan penanganan sama sekali, sebab kemungkinan besar perkembangannya sedikit lambat.

Anda bisa memeriksakan anak ke dokter untuk membantu mengenali penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. Setelah itu dokter bisa merujuk ke spesialis yang lebih ahli dalam menangani penyebab tersebut. 

1. Terapi wicara

Cara yang paling sering digunakan untuk mengatasi anak yang mengalami keterlambatan berbicara adalah terapi wicara, terutama jika penyebabnya adalah perkembangan anak yang lambat. Dengan terapi wicara sebagai pencegahan dini, anak Anda bisa kembali berbicara dengan normal sampai waktunya ia masuk sekolah.

2. Mengatasi kondisi kesehatan

Kondisi kesehatan bisa menjadi penyebab anak terlambat bicara, biasanya ditandai dengan gejala lain selain kesulitan berbicara. Contohnya seperti:

  • Menangani gangguan pendengaran
  • Mengatasi masalah di bagian mulut atau lidah
  • Terapi okupasi
  • Terapi fisik
  • Terapi analisis perilaku terapan (ABA)
  • Mengelola gangguan neurologis, misalnya cerebral palsy

3. Membaca

Salah satu cara paling efektif untuk memperbaiki masalah dalam berbicara adalah dengan membaca. Inilah mengapa banyak sekali pakar yang menyarankan orangtua mulai membacakan buku kepada anak sejak dini, bahkan bisa dimulai dari usia 6 bulan. 

Bisa dimulai dari buku bergambar, buku dengan tekstur yang bisa disentuh, dan bisa melanjutkan ke buku-buku yang bisa dipahami oleh balita. Dengan membaca dan bercerita akan menambah kosakata untuknya dan membantu mereka berekspresi lebih mudah.

4. Terus ajak berbicara

Selain membaca, Anda juga bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk berkomunikasi dengan anak. Hal ini juga kerap dianjurkan semasa mengandung, mulai menyanyi ataupun berbicara.

Sering-seringlah ajak anak mengobrol, namun gunakan bahasa dan ejaan yang benar serta hindari baby talk. Anda bisa menggunakan bantuan barang-barang di sekitar, misalnya menunjuk suatu benda di rumah atau saat di perjalanan.

Perkembangan berbicara pada anak

Tiap anak bertumbuh dan berkembang secara berbeda-beda, ada yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat. Namun meski begitu, orangtua harus tetap mengetahui mana alur tumbuh-kembang anak yang normal dan yang tidak.

Sebab hal tersebut bisa membantu Anda mengetahui apakah ada yang salah pada anak, misalnya saat anak terlambat bicara. Dengan mengenalnya sejak dini, anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat untuk mencegah masalah yang lebih serius di masa depan.

Lantas, seperti apa perkembangan berbicara yang normal pada anak? Pada dasarnya, sebelum berusia 12 bulan, sebaiknya Anda perhatikan apakah ia menggunakan suara mereka untuk berekspresi terkait lingkungannya, misalnya berbicara tidak jelas.

Semakin bertambah usia, kira-kira di usia 9 bulan, anak-anak bisa menyatukan suara-suara dan nada berbicara yang berbeda. Seperti menyebut “Mama”, meskipun sebenarnya hingga berusia 12-15 bulan mereka tak tahu apa arti “Mama”.

Mereka juga sudah mampu mengenali nama mereka sendiri dan juga beberapa objek di skitar mereka. Jika anak Anda menatap Anda namun tidak bereaksi terhadap suara, bisa jadi mengalami gangguan pendengaran. 

Di bawah ini adalah rincian singkat mengenai perkembangan berbicara pada anak sejak lahir hingga berusia 4 tahun:

  • Lahir: menangis
  • 2-3 bulan: mengigau sebagai respon, tersenyum
  • 6 bulan: berbicara tidak jelas, menoleh dan melihat ke arah suara baru
  • 8 bulan: merespons terhadap nama, menyentuh diri sendiri di kca
  • 10 bulan: berteriak untuk menarik perhatian, mengulang silabus berkali-kali
  • 12 bulan: mengucapkan 1-2 kata, mengenal nama, menirukan suara yang familiar, menunjuk objek tertentu
  • 12-17 bulan: memahami instruksi sederhana, menirukan kata-kata familiar, memahami “tidak”, dan menggunakan kata-kata yang kerap diucapkan sehari-hari
  • 18 bulan: mengucapkan 10-20 kata; termasuk nama, mulai mengombinasikan 2 kata, menggunakan kata untuk menyampaikan keinginan, mengenali bagian tubuh
  • 2 tahun: mengucapkan 2-3 kalimat; memiliki lebih dari 50 kosakata, semakin sering bertanya, mengidentifikasi bagian tubuh, menyebutkan nama gambar di dalam buku
  • 2,5 tahun: mengucapkan “aku”, mengombinasikan kata benda dan kata kerja, memiliki lebih dari 450 kosakata, menggunakan kalimat pendek, mencocokkan 3-4 warna, memahami konteks besar dan kecil, dan suka mendengar cerita yang sama berulang-ulang
  • 3 tahun: bisa menceritakan cerita sederhana, mengucapkan kalimat berisi 3-4 kata, memiliki sekitar 1.000 kata, menghafal nama jalan, lagu-lagu anak, dan menyanyikan lagu
  • 4 tahun: mengucapkan kalimat berisi 4-5 kata, mengenal konsep waktu, mengidentifikasi warna dan bentuk, sering bertanya, bisa mengucapkan kondisi imajinasi, mengucapkan beberapa kata konsonan dengan tepat.

Cara mencegah anak terlambat bicara

Untuk beberapa kondisi yang jadi penyebab anak terlambat bicara, mungkin Anda tidak bisa mencegah atau menghindarinya. Namun bukan berarti mustahil untuk mencegahnya.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah speech delay anak sejak dini, seperti:

  • Sering mengajak anak berbicara sejak baru saja dilahirkan, bayi yang baru lahir bisa mulai belajar dengan mendengar orang berbicara
  • Setiap bayi Anda mengeluarkan suara, respon dengan positif
  • Mainkan permainan sederhana dengan bayi Anda, seperti cilukba 
  • Perbanyak berbicara dengan anak Anda, misalnya menceritakan apa yang sedang Anda lakukan sembari melakukan hal tersebut
  • Bacakan buku keras-keras, bila anak tak tertarik dengan cerita yang ada, Anda bisa berganti membicarakan gambar yang ada di dalamnya
  • Seringlah menyanyikan lagu untuk anak Anda atau putarkan lagu. Belajar lagu baru bisa membantu anak Anda mengenal kata baru dan menggunakan beberapa kemampuan seperti memori, pendengaran, dan ekspresikan ide dengan kata
  • Gunakan gestur bersamaan dengan kata
  • Jangan paksa anak Anda untuk berbicara
  • Perluas kata-kata yang disebutkan anak Anda, misalnya dia mengucapkan “Buku”, Anda bisa menyambung dengan “Kamu mau buku?”
  • Jelaskan pada Anak apa yang mereka lakukan, rasakan, dan dengarkan
  • Dengarkan anak Anda, tatap mereka saat mereka berbicara pada Anda, berikan merek waktu untuk merespons
  • Dorong anak untuk bercerita dan berbagi informasi
  • Bermain tatap muka dengan anak, bicarakan tentang mainan dan permainan yang dilakukan
  • Berikan anak Anda banyak pertanyaan
  • Jangan kritik kesalahan pengejaan, berikan contoh pengejaan yang baik

Dengan begitu, Anda bisa menghindari kemungkinan anak terlambat berbicara. Dan jika Anda mengenali tanda-tandanya, jangan abaikan dan segera langsung periksakan ke dokter anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *